MANAJEMEN BENCANA (DISASTER MANAGEMENT)

Posted: Januari 3, 2008 by Pasmajaya in Berita, lingkungan hidup

Astaghfirullah, menjelang akhir tahun 2007 lalu bencana alam di Indonesia semakin meningkat. Banjir, longsor, dan berbagai macam bencana lainnya semakin sering terjadi di negeri ini. Letak Indonesia secara geografis dan geologis mengakibatkan wilayahnya mempunyai ancaman bencana yang beragam. Kerusakan dan korban jiwa selalu mengiringi setiap kejadian bencana yang terjadi.

Sampai saat ini kemampuan kita untuk melakukan penanganan atau penanggulangan terhadap suatu bencana masih belum ideal. Perbedaankemampuan kita dalam mengenali, memahami, dan menyikapi bahaya fenomena yang beresiko itulah yang mengakibatkan besaran resiko yang mengena pada korban bencana berbeda. Semakin kita mengenali dan memahami fenomena bahaya itu dengan baik maka kita semakin dapat menyikapinya dengan lebih baik. Sikap dan tanggap yang didasarkan atas pengenalan dan pemahaman yang baik akan dapat memperkecil resiko bencana yang mengena pada kita.

Pengertian Bencana

Bencana (disaster) merupakan suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu komunitas sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan dan yang melampaui kemampuan komunitas tersebut untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri. (ISDR, 2004)

Bencana merupakan kombinasi antara ancaman (Hazard) dan kerentanan (Vulnerability). Ancaman yaitu fenomena, bahaya atau resiko, baik alami maupun tidak alami yang dapat (tetapi belum tentu menimbulkan bencana diantaranya banjir, tanah longsor, kekeringan, wabah penyakit, konflik bersenjata dll. Sedangkan kerentanan adalah keadaan didalam suatu komunitas yang membuat mereka mudah terkena akibat buruk dari ancaman diantaranya kerentanan fisik, sosial, dan psikologi/sikap.

Penanganan atau Manajemen Bencana (Disaster Management)

Manjemen Bencana adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan bencana dan keadaan daruat, sekaligus memberikan kerangka kerja untuk menolong masyarakt dalam keadaan beresiko tinggi agar dapt menghindari ataupun pulih dari dampak bencana.

:: Tujuan dari Manajemen bencana diantaranya:

1. Mengurangi atau menghindari kerugian secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang dialami oleh perorangan, masyarakt negara.

2. Mengurangi penderitaan korban bencana

3. Mempercepat pemulihan

4. Memberikan perlindunagan kepada pengungsi atau masyarakat yang kehilangan tempat ketika kehidupannya terancam.

Siklus Manajemen Bencana

Untuk tujuan diatas diperlukan beberapa tahap dalam upaya untuk menangani suatu bencana

1. Penanganan Darurat; yaitu upaya untuk menyelamatkan jiwa dan melindungi harta serta menangani gangguan kerusakan dan dampak lain suatu bencana. Sedangkan keadaan darurat yaitu kondisi yang diakibatkan oleh kejadian luar biasa yang berada di luar kemampuan masyarakat untuk menghadapnya dengan sumber daya atau kapasitas yang ada sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok dan terjadi penurunan drastic terhadap kualitas hidup, kesehatan atau ancaman secara langsung terhadap keamanan banyak orang di dalam suatu kominitas atau lokasi.

2. Pemulihan (recovery);adalah suatu proses yang dilalui agar kebutuhan pokok terpenuhi. Proses recovery terdiri dari:

a.  Rehabilitasi : perbaikan yang dibutuhkan secara langsung yang sifatnya sementara atau berjangka pendek.

b. Rekonstruksi : perbaikan yang sifatnya permanen

3. Pencegahan (prevension); upaya untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan timbulnya suatu ancaman. Misalnya : pembuatan bendungan untuk menghindari terjadinya banjir, biopori, penanaman tanaman keras di lereng bukit untuk menghindari banjir dsb. Namun perlu disadari bahwa pencegahan tidak bisa 100% efektif terhadap sebagian besar bencana.

4. Mitigasi (mitigation); yaitu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari suatu ancaman. Misalnya : penataan kembali lahan desa agar terjadinya banjir tidak menimbulkan kerugian besar.

5. Kesiap-siagaan (preparedness); yaitu persiapan rencana untuk bertindak ketika terjadi(atau kemungkinan akan terjadi) bencana. Perencanaan terdiri dari perkiraan terhadap kebutuhan-kebutuhan dalam keadaan darurat danidentifikasi atas sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perencanaan ini dapat mengurangi dampak buruk dari suatu ancaman.

:: Beberapa prinsip kesiap-siagaan antara lain

Pengembangan jaringan informasi dan system jaringan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS)

Perencanaan evakuasi dan persiapan stok kebutuhan pokok (suplai pangan, obat-obatan dll)

Perbaikan terhadap infrastruktur yang dapat digunakan dalam keadaan darurat, seperti fasilitas komunikasi, jalan, kendaraan, gedung-gedung sebagai tempat penampungan dll.

Sumber:

Pancawati, Heni, Manajemen Bencana (Disaster Mangement), Purwokerto. KOMPLEET 2006 (materi seminar)

Toha, M, Berkawan Dengan Ancaman: Strategi dan Adaptasi Mengurangi Resiko Bencana, Jakarta, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), 2007

About these ads
Komentar
  1. djunaedird mengatakan:

    Memang di Indonesia ini semuanya sering bertindak reaktif belaka. Kalau ada kejadian, baru dilakukan tindakan. Padahal di Indonesia ini memang gudangnya bencana. Mungkin sudah saatnya untuk dibentuk Menteri Baru: Menteri Manajemen Bencana, seperti yang saya tulis pada: http://djunaedird.wordpress.com/2008/01/01/lemah-koordinasi-atasi-banjir/ :P

  2. traju mengatakan:

    ada pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”
    lestari alamku, karena kita hanya punya satu bumi..!!

  3. Dame mengatakan:

    Salam Kemanusiaan Buat semua Saudar2x yang ada si mana saja. Lestari buana asta

  4. abel mengatakan:

    Kita semua harus belajar dari semua yang telah terjadi, meskipun takdir menentukan lain, namun usaha untuk mengurangi resiko bencana tetap harus dilakukan sebaik mungkin……

    Kita doakan semoga para korban bencana mendapatkan yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa.

    :: simpati bagi korban Situ Gintung

  5. Rizky mengatakan:

    saya dari gasakpala SMAN 46 jakarta mengajak teman-teman SMA 1 Slawi untuk bersama-sama membentuk wadah pecinta alam tingkat nasional. Kami saat ini baru mencapai wilayah JABODETABEK, namun saat ini sedang berproses menuju tingkat nasional. Kami mengharapkan Kerjasama kalian. Ini no telpon ketua tim formatur yang bertugas mensosialisasikan wadah Sispala nasional
    Rizky : 08998053246
    Tolong hubungi kami….

  6. azeeer mengatakan:

    aku alumni smansawi jg, angktn 2005. kren y skrg pasma bisa nulis blog sedemikian rupa.
    ngomong2 ini yang nulis bener2 dari siswa apa gurunya yg nulis?

  7. dandhy70 mengatakan:

    Reblogged this on dandhy70.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s