PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DALAM KEGIATAN ALAM TERBUKA

Posted: Januari 13, 2008 by Pasmajaya in Berita, Materi

I. PENDAHULUAN

Kegiatan Alam Terbuka (KAT) adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan di lokasi yang masih alami baik berupa hutan, perbukitan, pantai dll. Kegiatan di alam terbuka saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif wisata, kegiatan pendidikan dan bahkan penelitian. Selain untuk tujuan-tujuan tersebut, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengenal Kebesaran Illahi melalui keajaiban alam yang merupakan ciptaan-Nya berupa berbagai keneragaman hayati yang sangat beraneka ragam yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Namun dalam pelaksanaanya, kegiatan ini ternyata memiliki resiko yang cukup tinggi. Karena tidak seperti kegiatan wisata lainnya yang didukung oleh fasilitas yang menunjang keselamatan pelaku atau pengunjung, Kegiatan Alam Terbuka justru sangat rentan terjadinya kecelakaan karena memang kegiatan ini dilaksanakan ditempat yang masih alami seperti kondisi perbukitan terjal, jurang, aliran sungai yang deras, dan kondisi alam lainnya yang berpotensi menimbulkan bahaya dan juga mempersulit upaya penyelamatan bagi korban atau penderita.

Meskipun bukan suatu hal yang diharapkan, kecelakaan (accident) memerlukan langkah antisipatif yang diantaranya dengan mengetahui atau mendiagnosa penyakit maupun akibat kecelakaan, penanganan terhadap korban dan evakuasi korban bila diperlukan. Hal ini memerlukan pengetahuan agar korban tidak mengalami resiko cidera yang lebih besar.

II. DEFINISI

Pertolongan Pertama (PP) adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Ini berarti:

  1. Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat walaupun perawatan selanjutnya tertunda.

  2. Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.

III. DASAR-DASAR PERTOLONGAN PERTAMA

Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian.

Namun sebelum kita memasuki pembahasan kearah penanggulangan atau pengobatan terhadap luka, akan lebih baik kita berbicara dulu mengenai pencegahan terhadap suatu kecelakaan (accident), terutama dalam kegiatan di alam bebas. Selain itu harus kita garis bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban. Sekedar contoh, beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan, aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.

a. Prinsip Dasar

Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut diantaranya:

  1. Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.

  2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.

  3. Biasakan membuat cataan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.

b. Sistematika Pertolongan Pertama

Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :

1. Jangan Panik

Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.

2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.

Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.

3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.

Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.

  1. Pendarahan.

Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.

5. Perhatikan tanda-tanda shock.

Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.

6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.

Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.

7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.

Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

IV. KASUS-KASUS KECELAKAAN ATAU GANGGUAN DALAM KEGIATAN ALAM TERBUKA

Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya:

a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.

Gejala

  • Perasaan limbung

  • Pandangan berkunang-kunang

  • Telinga berdenging

  • Nafas tidak teratur

  • Muka pucat

  • Biji mata melebar

  • Lemas

  • Keringat dingin

  • Menguap berlebihan

  • Tak respon (beberapa menit)

  • Denyut nadi lambat

Penanganan

  1. Baringkan korban dalam posisi terlentang

  2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung

  3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan

  4. Beri udara segar

  5. Periksa kemungkinan cedera lain

  6. Selimuti korban

  7. Korban diistirahatkan beberapa saat

  8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan

b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.

Gejala dan tanda dehidrasi

Dehidrasi ringan

  • Defisit cairan 5% dari berat badan

  • Penderita merasa haus

  • Denyut nadi lebih dari 90x/menit

Dehidrasi sedang

  • Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan

  • Nadi lebih dari 90x/menit

  • Nadi lemah

  • Sangat haus

Dehidrasi berat

  • Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan

  • Hipotensi

  • Mata cekung

  • Nadi sangat lemah, sampai tak terasa

  • Kejang-kejang

Penanganan

    1. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock

    2. mengganti elektrolit yang lemah

    3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada

    4. Memberantas penyebabnya

    5. Rutinlah minum jangan tunggu haus

c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.

Gejala

  • Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas

  • Terdengar suara nafas tambahan

  • Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)

  • Irama nafas tidak teratur

  • Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)

  • Kesadaran menurun (gelisah/meracau)

Penanganan

  1. Tenangkan korban

  2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk

  3. Posisikan ½ duduk

  4. Atur nafas

  5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan

d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.

Gejala

  • Kepala terasa nyeri/berdenyut

  • Kehilangan keseimbangan tubuh

  • Lemas

Penanganan

  1. Istirahatkan korban

  2. Beri minuman hangat

  3. beri obat bila perlu

  4. Tangani sesuai penyebab

e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.

Gejala

  • Perut terasa nyeri/mual

  • Berkeringat dingin

  • Lemas

Penanganan

  1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban

  2. Beri minuman hangat (teh/kopi)

  3. Jangan beri makan terlalu cepat

f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.

Gejala

  • Nyeri di dada

  • Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk

  • Kadang sampai tidak merespon terhadap suara

  • Denyut nadi tak teraba/lemah

  • Gangguan nafas

  • Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung

  • Kepala terasa ringan

  • Lemas

  • Kulit berubah pucat/kebiruan

  • Keringat berlebihan

Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.

Penanganan

  1. Tenangkan korban

  2. Istirahatkan

  3. Posisi ½ duduk

  4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas

  5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan

  6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu

  7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)

f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.

Gejala

  • Seolah-olah hilang kesadaran

  • Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)

  • Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas

Penanganan

  1. Tenangkan korban

  2. Pisahkan dari keramaian

  3. Letakkan di tempat yang tenang

  4. Awasi

g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.

Gejala

  • Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri

  • Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah

  • Kadang disertai pusing

Penanganan

  1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman

  2. Tenangkan korban

  3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung

  4. Diminta bernafas lewat mulut

  5. Bersihkan hidung luar dari darah

  6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama

h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.

Gejala

  • Nyeri pada otot

  • Kadang disertai bengkak

Penanganan

  1. Istirahatkan

  2. Posisi nyaman

  3. Relaksasi

  4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi

i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.

Gejala

  • Warna kebiruan/merah pada kulit

  • Nyeri jika di tekan

  • Kadang disertai bengkak

Penanganan

  1. Kompres dingin

  2. Balut tekan

  3. Tinggikan bagian luka

J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.

Gejala

  • Bengkak

  • Nyeri bila tekan

  • Kebiruan/merah pada derah luka

  • Sendi terkunci

  • Ada perubahan bentuk pada sendi

Penanganan

  1. Korban diposisikan nyaman

  2. Kompres es/dingin

  3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan

  4. Tinggikan bagian tubuh yang luka

k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.

Gejala

  • Terbukanya kulit

  • Pendarahan

  • Rasa nyeri

Penanganan

  1. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)

  2. Tutup luka dengan kasa steril/plester

  3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)

  4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:

  1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:

    • Keluarkan tanpa menyinggung luka

    • Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)

    • Evakuasi korban ke pusat kesehatan

  2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.

l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara

  1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll

  1. Fisika:

  • Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan

  • Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi

  1. Kimia: Obat-obatan

  2. Biokimia: vitamin K

  3. Elektrik: diahermik

m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian

Gejala

  • Perubahan bentuk

  • Nyeri bila ditekan dan kaku

  • Bengkak

  • Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah

  • Ada memar (jika tertutup)

  • Terjadi pendarahan (jika terbuka)

Jenisnya

  • Terbuka (terlihat jaringan luka)

  • Tertutup

Penanganan

  1. Tenangkan korban jika sadar

Untuk patah tulang tertutup

    1. Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bias digerakan/diangkat)

Sensasi (respon nyeri)

Sirkulasi (peredaran darah)

    1. Ukur bidai disisi yang sehat

    2. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah

    3. Pasang bantalan didaerah patah tulang

    4. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka

    5. Ikat bidai

    6. Periksa GSS

Untuk patah tulang terbuka

1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat

2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin

3.Ikat dengan ikatan V

4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup

    Tujuan Pembidaian

        1. Mencegah pergeseran tulang yang patah

        2. memberikan istirahat pada anggota badan yang patah

        3. mengurangi rasa sakit

        4. Mempercepat penyembuhan

    n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)

    Penanganan

    1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen

    2. Perhatikan keadaan umum penderita

    3. Pendinginan

    • Membuka pakaian penderita/korban

    • Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air

    1. Mencegah infeksi

      • Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka

      • Penderita dikerudungi kain putih

      • Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll

    2. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama

    3. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan

    4. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.

    5. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.

    o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin

    Gejala

    • Menggigil/gemetar

    • Perasaan melayang

    • Nafas cepat, nadi lambat

    • Pandangan terganggu

    • Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat

    Penanganan

    1. Bawa korban ketempat hangat

    2. Jaga jalan nafas tetap lancar

    3. Beri minuman hangat dan selimut

    4. Jaga agar tetap sadar

    5. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih kedinginan)

    p. Keracunan makanan atau minuman

    Gejala

    • Mual, muntah

    • Keringat dingin

    • Wajah pucat/kebiruan

    Penanganan

    1. Bawa ke tempat teduh dan segar

    2. Korban diminta muntah

    3. Diberi norit

    4. Istirahatkan

    5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik

    q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.

    Pertolongan Pertamanya adalah:

    • Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik

    • Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut

    Ada beberapa jenis binatang yang sering menimbulkan ganguan saat melakukan kegiatan di alam terbuka, diantaranya:

    1. Gigitan Ular

    Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:

      1. Hematotoksin (keracunan dalam)

      2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)

      3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)

    Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati.

    Penanganan untuk Pertolongan Pertama:

    1. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.

    2. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat

    3. Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan

      • Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik

      • Letakkan daerah gigitan dari tubuh

      • Berikan kompres es

      • Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri

    4. Perawatan luka

      • Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas

      • Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).

    5. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)

    6. Perbaikan sirkulasi darah

      • Kopi pahit pekat

      • Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv

      • Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor

    7. Obat-obatan lain

      • Ats

      • Toksoid tetanus 1 ml

      • Antibiotic misalnya: PS 4:1

    2. Gigitan Lipan

    Ciri-ciri

    1. Ada sepasang luka bekas gigitan

    2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam

    Penanganan

    1. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik

    2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik

    3. Gigitan Lintah dan Pacet

    Ciri-ciri

    1. Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)

    Penanganan

    1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam

    2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal

    4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya

    Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.

    Perhatian:

    • Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping

    • Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.

    V. EVAKUASI KORBAN

    Adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

    Prinsip Evakuasi

      1. Dilakukan jika mutlak perlu

      2. Menggunakan teknik yang baik dan benar

      3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian

    Alat Pengangutan

    Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:

    1. Manusia

    Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.

    Bila satu orang maka penderita dapat:

    • Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak

    • Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang

    • Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas

    • Dipanggul/digendong

    • Merayap posisi miring

    Bila dua orang maka penderita dapat:

    Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.

    • Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan

    • Model membawa balok

    • Model membawa kereta

    2. Alat bantu

    • Tandu permanen

    • Tandu darurat

    • Kain keras/ponco/jaket lengan panjang

    • Tali/webbing

    Persiapan

    Yang perlu diperhatikan:

    1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian

    2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi

    3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut

    4. Memilih alat

    5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar

    VI. FARMAKOLOGI

    Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.

    NO

    Nama Obat

    Kegunaan

    1

    CTM Alergi, obat tidur

    2

    Betadine Antiseptik

    3

    Povidone Iodine Antiseptik

    4

    Neo Napacyne Asma, sesak nafas

    5

    Asma soho Asma,sesak nafas

    6

    Konidin Batuk

    7

    Oralit Dehidrasi

    8

    Entrostop Diare

    9

    Demacolin Flu, batuk

    10

    Norit Keracunan

    11

    Antasida doen Maag

    12

    Gestamag Maag

    13

    Kina Malaria

    14

    Oxycan Memberi tambahan oksigen murni

    15

    Damaben Mual

    16

    Feminax Nyeri haid

    17

    Spasmal Nyeri haid

    18

    Counterpain Pegal linu

    19

    Alkohol 70% Pembersih luka/antiseptic

    20

    Rivanol Pembersih luka/antiseptic

    21

    Chloroetil (obat semprot luar) Pengurang rasa sakit

    22

    Pendix Pengurang rasa sakit

    23

    Antalgin Pengurang rasa sakit, pusing

    24

    Paracetamol Penurun panas

    25

    Papaverin Sakit perut

    26

    Vitamin C Sariawan

    27

    Dexametason Sesak nafas

    Sumber : Materi Latihan PP Ospek. KSR PMI Unit UNSOED Purwokerto.2006

    VII. PENUTUP

    Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar, cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan) pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

    Referensi:

    Diktat:

    Green Corps of English, Materi Pendidikan Dasar, DIII Bahasa Inggris UNSOED, Purwokerto

    Korps Sukarela PMI Unit UNSOED, Materi Latihan PP OSPEK, Purwokerto. 2006

    Pra dan Orientasi Shio Ular XX, Pertolongan Pertama di Alam Terbuka

    Wahyu Handoko, Arianto, Aku Seorang Pecinta Alam, Materi Pendidikan Dasar, Yogyakarta. 1992

    About these ads
    Komentar
    1. traju mengatakan:

      wexsss dawa nemen, bisa nggo bab III skripsi kyehh….
      ehh betewe2 mana nih reportase Pendas-nya??(maaf ngga bs dateng)

    2. arum mengatakan:

      wah, untuk ukuran SMA, hebat banget blog ini.. aq alumni PMR SMAN 5 Surabaya (kenalkan)

      moga2 PASMA SMAN 1 SLAWI makoi oke! :)

    3. ferdi mengatakan:

      wah artikel ini bagus jg jadi menabah” tentang kesaehatan terima kaishyach!!!!

    4. harun sutara mengatakan:

      terima kasih entar sambung oke

    5. O.PA GASPALAS (Itsnain) mengatakan:

      salam rimba

      beleh sharing….tentang hiking soalnya bulan juli kita mo hilikg rencananya ke gn.LAWU

      gimana keadaanya disana???
      bales
      imaulana7@gmail.com

    6. naim boebef@ mengatakan:

      semoga smp ni salam selau no 1 by ank n2r

    7. DANI mengatakan:

      MAKASIH ATAS PEMBERITAHUANYA, DAN SAYA SANGAT INGIN MENDALAMI TENTANG PMR.. JADI MOHON BANTUANYA

    8. ijul mengatakan:

      pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat bagus…tips tips diatas juga sangat mendukung……cozzz dokter tidak selalu ada disetiap tmpat…thx

    9. diah damai yanti mengatakan:

      Okz bgt………very berguna untuk semua anggota masyrkat yang ad!!!!!!!!!!!!!!

    10. erli mengatakan:

      Lengkap abieeessss !!!!!!!!!!!!!!

    11. erli mengatakan:

      thanksss iaaa
      ….
      =D

    12. nyit2 mengatakan:

      ah giLa ,,, Lengkap buangget taw …………
      cocok ma aQ ya ska ma mslh kya gni ……he3x

    13. indah mengatakan:

      lengkap bgd… smoga bisa membantu ieh !

    14. Irma mengatakan:

      makasi ya atas infonya, saya jadi tau.

    15. Liani mengatakan:

      ini sangat membantu saya thanks banget yaw…

    16. johnli alfath mengatakan:

      tenks yah…………..atas infonya. ini menambah pengetahuan saya akan p3k

    17. salsa dan dini mengatakan:

      thanks ya ini memberikan aq pengalaman dan menambah wawasan untuk aq

    18. pasmajaya mengatakan:

      Terimakasih atas tanggapan positif anda. Namun kami sadar artikel ini memiliki banyak kekurangan baik muatan, tampilan maupun redaksional tulisan. Kritik dan saran sangat kami harapkan sehingga pasmajaya.wordpress.com semakin bermanfaat yaitu sebagai salah satu sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam terbuka

      Salam lestari
      Pasma..jaya.!!!

    19. alven mengatakan:

      TRIMAKASIH KAU TLAH MEMBANTU KAMI.

    20. Riduan mengatakan:

      Makasih atas jawabannya

    21. dew mengatakan:

      Makasih banget untuk artikelnya. Sangat menambah wawasan.. ^-^. Boleh di-share ke yg lain kan?

    22. Ties grage mengatakan:

      bagus banget infonya, aku tunggu info dan pengetahuannya lagi.

    23. nios mengatakan:

      excellent

    24. wahyudi mengatakan:

      terima kasih atas artiklnya mhn ijin untuk menyalin .

    25. yudha mengatakan:

      ijin copy ya,,
      tengkyu..

    26. lestari mengatakan:

      hehehe copy ye cui……^_^

    27. saiful arif mengatakan:

      terima kasih buaaanyak’s atas info yang sudah di bagikan…
      ini sangat berguna buat kami terutama buat materi yang akan saya berikan…

    28. lia mengatakan:

      mkch buangeet yaah,…kerja keras nya ud bnyak ngebantu orang banyak!s x lg,trims,………..

    29. pasmajaya mengatakan:

      Terimakasih atas kunjungan ke Blog Pasma dan tanggapan positif yang diberikan. sebelumnya kami mohon maaf, karena setting penulisan berubah saat di posting ke WordPress. Selanjutnya akan kami perbaiki.
      kami mohon koreksi dan saran atas kekurangan yang ada.

      Terimakasih
      Karena kita Hanya Punya Satu Bumi………………

    30. Jesse mengatakan:

      thanks ya, bermanfaat banget ni info!! lengkap ‘n menarik.

    31. Yunuz Hopkins mengatakan:

      thanks berat bro!!!!!!!!!!!
      gua akhirnya buat makalah juga!!!!!!!!!!!!
      FORZA MILAN!!!!

    32. kamtis family mengatakan:

      wah thanks ya….
      tugas sekarang jadi rampung…..

    33. Vinie mengatakan:

      makasih banyak atas info nya.. :)

    34. Agun mengatakan:

      wiiizzzz,,,thank’s bgt ne, byk ilmu baru yg Q dpt. n’ bs bantu bwt ngjain tugas kulh jg…….

    35. Mae Sumayyah mengatakan:

      thx banget artikelnya, mayan bwt bekal pnanganan waktu Kemah Bakti Osis..

    36. fathi robbani mengatakan:

      makasih bgt ats artkel’a..
      ngbantu bgt,.. se x lg mksh bgt..

    37. ari zachari mengatakan:

      thanks bngddd yuaa…

    38. jey (pipala) bengkulu mengatakan:

      tanks bgt,,,,,
      sudah berbagi ilmu
      semua ini sngat brmanfaat,,,,
      tanks,,,,

    39. Perawat prancis mengatakan:

      kenapa obat2 yg di munculin obat jenis obbat paten,,,,jdi kliatan sperti promosi obat perusahaan….lebih bagus lgi klau obat2 nya yg di masukun obat generik aja,,,,,
      biar lbh murah,,,,,,

    40. ida mengatakan:

      Thx y….

    41. devi kiki mengatakan:

      bagus blog nya …. mudah mudahan dpt bermanfaat

    42. kiki saftiani mengatakan:

      mudah*an artikel ini bisa membantuku :)

    43. prada enggar mengatakan:

      mantap blog nyaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    44. arisa mengatakan:

      waaah, terima kasih ya atas infonyaa, sangat membantu sekaliii :D
      maju terus yaa, lebih banyak posting materi pmr lagii, hehe
      kenalkan juga saya anis dari alumni pmr smp n 5 semarang :DD

    45. gracia mengatakan:

      thx eah ats informsinya..
      ini bermanfaat bget @sya..

    46. utammi mengatakan:

      Terimaksih nih artikelnya, minta izin untuk di unduh

    47. Rohadatul Aisy mengatakan:

      Wah,, nie memang bgus bnget ..
      Bsa untuk bwt kliping PMR donk ..
      Mksih ea ..
      Thanks For All ..
      Mksiiiiiiiihhhhhh bngeetttttttttt ..
      Hehehee_:D

    48. Nur Cholis mengatakan:

      info plenting…ciiip…

    49. sietie mengatakan:

      mksiihhhh yyyaaaa . . .
      buat P3K , , ,
      kita ada tugas dari PRAMUKA , . , . , .
      tttthhhhheeeeeeekkkkkkkkkkzzzzzzzzzzzzz bbbbbbbbbbbbbbgggggggggggggggggttttttttttttttttttttt. . . . . . . . :) :) :) :D:D:D:D:D:D:D:

    50. timevakuasirskd mengatakan:

      ijin share ya …..

    51. agus mengatakan:

      thanks buangeeeeeeeeeeeeeeeeeet

    52. agus mengatakan:

      thanks buangeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttzzzzzzzzzzzzz

    53. Ranti Febrianti mengatakan:

      kereeeeeeeeeeeeeeeeeennn, aku ada demo ekstrakurikuler PMR. blog ini bermanfaat banget :)

    54. wahyu mengatakan:

      nice postingan gan,,,
      sangat bermanfaat untuk saya….

    55. Gilang mengatakan:

      bermanfaat bgt nih..
      thx,, yaa…

    56. indriana mengatakan:

      thx iia, akhrnya bsa nambah tgaz power_point tgaaz bu Guru

    57. ahmadun03gajah@yahoo.com mengatakan:

      SANGAT BERMANFAAT….TRIMS GAN…BISA IKUT NGE SHARE

    58. daffa mengatakan:

      mantap broooo. artikelnya… tx-yaaa

    59. Chatty Lim mengatakan:

      Thanks

    60. bikini mengatakan:

      It can be powered with a single usb port provides power and charging for that
      crucial bit of the office you take with you everywhere you can bring a laptop.

      My old Dave Brubeck recordings from the 1960s amply demonstrated what
      the D1 was more transparent. The usb Implementers Forum, PC makers, and analysts.
      We appreciate the effort, Mike.

    61. nisa mengatakan:

      thank you

    62. hantu mengatakan:

      hihihihihihihihihihihihihihihihihi hihihihihihihihihihi hihihi!

    63. perlengkapancamping mengatakan:

      salam lestari semoga sukses!

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s