Pisahkah tong sampah kita

Posted: Februari 26, 2009 by wisnuwardhana in lingkungan hidup

tong-sampahDewasa ini banyak sekali tayangan tentang betapa kotornya lingkungan kita, bagaimana tercemarnya sungai sungai di perkotaan, seperti contohnya sungai Ciliwung di Jakarta, banjir kanal di Semarang ataupun sungai Gung di Tegal. Betapa sedihnya kita melihat tempat tempat penampungan sampah di perumahan perumahan, setiap melewati itu kita selalu menutup hidung kita rapat rapat dan kita hanya bisa terenyuh melihat petugas sampah yang bekerja di tempat tersebut dan kita hanya berkata dalam hati ” ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dari kita “.

Tapi tulisan ini bukan untuk membahas tentang petugas sampah tersebut tulisan ini adalah mengajak kita selangkah lebih maju lagi dalam pengelolaan sampah baik sampah rumah tangga, perkantoran maupun sampah masyarakat ( red : maksudnya sampah umum yang ada di perumahan atau di pasar ). Adalah dengan mengubah total budaya kita yang biasanya membuang sampah di satu tong sampah tapi dipisah menjadi beberapa tong sampah. Mungkin hal ini terasa klise, saat saya mengatakan pisahkanlah sampah menjadi beberapa tong sampah, tapi pertanyaannya apakah anda melakukannya di rumah anda sendiri ? apakah di kantor anda sudah tersedia beberapa tempat sampah tersendiri ? pada dasarnya sampah terbagi menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah non organik. Apa itu sampah organik? sampah organik biasa disebut dengan sampah basah ya gampangnya seh segala sesuatu yang berasal dari alam dan gampang terurai dalam tanah tu sampah organik seperti sisa sayur, nasi, kertas, pensil. Nah yang kedua ini sampah non organik atau sampah kering ini adalah sampah yang susah terurai oleh bakteri dalam tanah seperti plastik, softek, batu baterai.

Nah sebaiknya sampah itu lebih dikategorikan lebih spesifik, yaitu sampah kertas, sampah plastik, sampah basah dan sampah racun ( batu baterai , softek dll ) mengapa ? karena dari situ sampah sampah tersebut bisa didaur ulang dan kita bisa mendapat uang kompensasi dari sampah sampah tersebut. jadi kita senang karena lingkungan bersih dan sehat, tempat penampungan sampah pun sehat karena sampah tidak bercampur , dan kita juga membantu orang lain dengan memilah sampah kita. Jadi kenapa tidak kita mulai sekarang mulailah di tempat yang paling mudah seperti rumah kita atau tempat kerja kita ( kalo punya kantor sendiri ).

– Dhana MAT –

Komentar
  1. traju mengatakan:

    melasi wis 4 dina langka sing koment
    ehh sing dipisah kwe tong’e apa sampahe??
    *sory kacang*

  2. wisnu wardhana mengatakan:

    huahahahaha…….. thank you ju telah berkunjung ke postinganku yg tersohor ini..

    mari saya jelaskan baik baik mas trajoe
    TANYA NYA APA ? KOK SING DIPISAH TONG E APA SAMPAHE ?!!
    baca dari awal sampe akhir dunk jangan skip2

    demikian
    harap maklum

  3. Abel_maharani mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    aku melu komentar apa ora ya War? enake pimen jek? kapan-kapan wez

  4. kie maning alim alim nyengiti, komentar gari koment, gak usah pikir panjang..

    * huhuhuhu *

  5. robinisme_maharani mengatakan:

    kalo smua orang mnerapkan sistem pembagian jenis sampah,,,,, bagus tuh!!!!
    aku jd punya ide utk bisnis jualan tempat sampah????

  6. huaa , bentul jg tuh bienn… itu ide cemerlang , kebanyakan orang di komplek perumahan pasti setuju akan hal ini , tapi mereka malas mengapplikasikannya , bagaimana kalo ada orang yang mau menyewakan tong sampahnya dengan harga murah pasti banyak orang yang mau bienn.. go robienn! go green!

  7. abel mengatakan:

    setelah sekian lama*……………aku pikir INI IDE BAGUS, CEMERLANG, JENIUS, SANGAT KONSERVASIONIS, KEREN, JOS GANDOS…..

    Tapi apakah kalian pernah berfikir, kalau sampah-sampah yang telah dipisah itu pada akhirnya tercampur kembali di truk sampah yang selanjutnya tercampur dengan banyak sampah lainnya….atau mungkin karena aku belum tahu persis pengelolaan sampah sekarang ini…maaf-maaf saja kalau aku salah…

    Tapi mungkin saja mas Dhana “yang tersohor” ikut mengawasi alur sampah dari meja kerjanya sampai ke TPS Bantar Gebang???????wekekek…..

    Apapun itu, masalah sampah masalah kita bersama. jangan sampai kejadian kota Bandung jadi “kota lautan sampah” hingga berhari-hari beberapa tahun lalu terjadi di tempat kita.

    Karena Kita Hanya Punya Satu Bumi

    *lihat tanggal komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s