Jerzy Kukuczka & Reinhold Messner

Posted: Maret 16, 2012 by Pasmajaya in Tak Berkategori

HIMPALAUNAS.COM, JAKARTA – Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu Hill Walkingyang merupakan perjalanan pendakian bukit-bukit yang landai, tidak mempergunakan peralatan dan teknis pendakian. Kemudian Scrambling, pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. tangan hanya digunakan sebagai keseimbangan. Selain itu juga ada Climbingyang merupakan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik pendakian.

Dalam sejarah mountaineering, ada dua orang pendaki yang mengukir sejarah dan dapat disebut pendaki hebat yang menaklikan puncak-puncak tertinggi di dunia.

Jika kamu bertanya kepada orang umum atau pendaki yang wawasannya belum seberapa; Siapakah pendaki Himalaya terhebat? Jawabnya pasti Reinhold Messner. Tapi jika pertanyaan itu ditujukan kepada para pendaki veteran yang pernah menjamah 8000 meter dari permukaan laut (mdpl) ataupun sebagian dari seven summits, mereka pasti memilih Jerzy Kukuczka.

Meskipun Reinhold Messner dan Jerzy Kukuczka sama-sama dijuluki pendaki hebat, karena keduanya adalah dua orang pertama yang telah menaklukan 14 puncak diatas 8000 mpdl, tapi sebenarnya prestasi antar keduanya memiliki selisih yang sangat signifikan.

Messner adalah tipe pendaki yang selalu memanfaatkan prestasinya untuk mencari modal untuk setiap pendakiannya, selalu mendaki dengan penuh perhitungan dan memanfaatkan alat pendakian modern. Sebaliknya, Kukuczka bukanlah siapa-siapa, ia adalah tipe pendaki miskin tidak bermodal, hanya mau mendaki lewat rute tersulit, yang selalu berjuang dan menderita dalam kesendirian dan selalu mendaki dengan cara alpine style selama musim dingin.

Bahkan di penghujung hidup dan karir pendakiannya, ia masih memakai peralatan bekas yang ia beli dari pasar tradisional Kathmandu. Alpine style adalah model pendakian secara tradisional, dengan alat seadanya dan bekal seminim mungkin.

Messner adalah orang pertama yang telah menaklukkan semua 14 puncak 8000mdpl, tetapi Kukuczka lah orang pertama yang mampu melakukannya dalam waktu singkat. Messner butuh waktu 16 tahun, sedangkan Kukuczka hanya 8 tahun.

Kukuczka meraih 11 dari 14 puncak tersebut melalui rute baru, 4 puncak ia raih ketika musim dingin yang menjadikannya sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Dhaulagiri, Cho Oyu, Kanchenjunga dan Annapurna I pada musim dingin.

Messner adalah pendaki puncak Everest pertama tanpa bantuan oksigen, tetapi Kukuczka hanya sekali memakai bantuan oksigen selama menaklukkan semua 14 puncak di atas 8000mdpl.

Reinhold Messner
Lahir 17 September 1944, Brixen, Italy
1. 1970: Nanga Parbat (8125 m)
2. 1972: Manaslu (8156 m)
3. 1975: Gasherbrum I (Hidden Peak) (8068 m)
4. 1977: Dhaulagiri (8167 m)
5. 1978: Mount Everest (8848 m) (Pendakian pertama tanpa bantuan oksigen), Nanga Parbat (8125 m) (Pendakian solo pertama 8000mdpl dari basecamp)
6. 1979: K2 (8611 m)
7. 1980: Mount Everest (8848 m) (Pendakian solo pertama tanpa bantuan oksigen – musim badai)
8. 1981: Shisha Pangma (8012 m)
9. 1982: Kangchenjunga (8598 m), Gasherbrum II (8035 m), Broad Peak (8048 m), Cho Oyu (8201 m – gagal melakukan pendakian musim dingin)
10. 1983: Cho Oyu (8201 m)
11. 1984: Gasherbrum I (8068 m) dan Gasherbrum II (8035 m) sekaligus tanpa balik ke basecamp terlebih dahulu
12. 1985: Annapurna (8091 m), Dhaulagiri (8167 m)
13. 1986: Makalu (8485 m), Lhotse (8516 m)

Jerzy Kukuczka
Lahir : 24 Maret 1948, Katowice Poland
Meninggal : 24 Oktober 1989 (usia 41)
Lhotse, Nepal
1. 1979 — Lhotse – rute normal
2. 1980 — Mount Everest – rute baru
3. 1981 — Makalu – rute baru, solo
4. 1982 — Broad Peak – rute normal, alpine style
5. 1983 — Gasherbrum II – rute baru, alpine style
6. 1983 — Gasherbrum I – rute baru, alpine style
7. 1984 — Broad Peak – rute baru, alpine style
8. 1985 — Dhaulagiri – pendakian musim dingin pertama
9. 1985 — Cho Oyu – rute baru, pendakian musim dingin pertama
10. 1985 — Nanga Parbat – rute baru
11. 1986 — Kanchenjunga – pendakian musim dingin pertama
12. 1986 — K2 – rute baru, alpine style
13. 1986 — Manaslu – rute baru, alpine style
14. 1987 — Annapurna I – pendakian musim dingin pertama
15. 1987 — Shisha Pangma – rute baru, alpine style

Meskipun demikian, kedua pendaki tersebut memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah dunia mountaineering yang berkembang hingga kini. (berbagai sumber/dan)

 

Sumber : http://www.himpalaunas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s