HALAL BI HALAL PASMA

SAlam lestari ,
diberitahukan bahwa pasma akan mengadakan acara HBH pada :
Tanggal : 27 September 2009
jam : 10.00
tempat : Jl.nangka rt2/2 Procot ( disebelah SD1 procot)

pada dateng iaaa…:)

Catatan perjalanan mendaki gunung tujuh puncak

Kabut yang menyelimuti bukit Telomoyo semakin jelas terlihat dari halaman rumah pak Mandar ketika matahari mulai terbit.

Suhu udara yang dingin tak menyurutkan antusias beberapa anggota Pasma SMAN 1 Slawi menikmati pemandangan alam sekitar di lereng Merbabu.  Matahari mulai beranjak terbit yang diiringi dengan mulai hangat suhu dilereng Merbabu.  Sehari sebelumnya mereka masih ada di Slawi namun malam ini tim pendaki Pasma menginap di rumah pak Mandar atas rekomendasi mas Gepeng (anggota Pasma angkatan Tapak Purnama) di desa Batur kecamatan Getasan kabupaten Semarang.  Dari desa ini jalur pendakian Merbabu Thekelan berawal.  Jalur ini pun dikenal sebagai jalur pendakian Kopeng.

Mendaki Merbabu

Tahun ini Pasma melaksanakan Pendakian Wajib Anggota di gunung Merbabu.  Pengalihan pendakian ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu gunung Slamet mengalami aktifitas vulkaniknya yang ditandai dengan keluarnya lava pijar.  Meskipun menurut informasi jalur pendakian Slamet telah dibuka, namun  kami tetap memilih alternatif pendakian Merbabu untuk mengantisipasi kondisi alam yang sulit diprediksi.  Gunung Merbabu berketinggian 3171 mdpl, yang merupakan salah satu dari enam gunung di Jawa Tengah yang berketinggian lebih dari 3000 mdpl.  Merbabu dapat dicapai melalui jalur Magelang dan Salatiga menuju Kopeng.

Pada saat pemberangkatan dari SMAN 1 Slawi, tim Pasma mengalami beberapa kendala teknis salah satunya adalah terlambatnya jadwal keberangkatan kereta api Kaligung tujuan Semarang hingga lebih dari empat jam.  Keterlambatan inipun mempegaruhi rencana perjalanan yang sebelumnya telah direncanakan.

Dari Semarang tim Pasma menggunakan bis untuk menuju ke perempatan Pasar Sapi, Salatiga dan dilanjutkan menuju desa Batur menggunakan kendaraan angkut bak terbuka.  Tim Pasma tiba di rumah pak Mandar hampir tengah malam pada hari Rabu, 8 Juli 2008.  Sebelum istirahat malam tim Pasma melakukan briefing untuk merencanakan pendakian pada esok harinya.

Keesokan harinya setelah seluruh persiapan dirasa cukup tim Pasma mulai melaksanakan kegiatan dengan didampingi beberapa pedamping.  Pendamping diantaranya mas Nurcholis “Tua”  (Mapala UPN Veteran Yogyakarta),  mas Kutel, mas Eko “Kodok” (Komppas), mas Suwung (Mapalam STIE Dharmaputra Semarang) serta mas Vani “Kingkong”, mas Abel, mba Atun dan mas Aziz dari alumnus Pasma.

1-pagi-hari-dilereng-Merbab Baca selebihnya »

One Car Free Day

Sehari, Jalan KS Tubun Tanpa Asap Kendaraan

www.radartegal.com

 PENCANANGAN program One Car Free Day (Sehari tanpa Kendaraan Bermotor) di sepanjang ruas jalan KS Tubun Slawi, sejak patung obor Tri sanja hingga pertigaan Taman bunga Slawi, disambut baik warga, Minggu (7/6).

Sejak pukul 06.00 WIB tidak nampak kendaraan bermotor melintas di jalan tersebut. Padahal, di hari-hari biasa, ruas jalan KS Tubun Slawi termasuk ruas jalan utama yang selalu dilalui kendaraan bermotor. Sepinya ruas jalan itu kemudian dimanfaatkan warga untuk kegiatan olahraga dan bermain.

Dari pantauan Radar di lokasi, jalan tersebut hanya diperbolehkan dilintasi oleh kendaraan tanpa mesin, antara lain sepeda, becak dan dokar. Sedangkan angkutan umum yang biasa melintas jalan harus harus memutar ke jalur lain.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Khofifah, mengaku sangat gembira atas sambutan warga yang cukup bagus dalam pencanangan program one car free day. Sejumlah pengendara kendaraan bermotor nampak mematuhi peringatan untuk tidak melintasi ruas jalan tersebut.

”Ternyata sambutan sambutan masyarakat cukup bagus. Mereka malah memanfaatkan sepinya jalan untuk kegiatan olah raga,” ungkap Khofifah, saat ditemui di sela-sela pantauan di ruas jalan KS Tubun Slawi, Minggu8 (7/6) kemarin.

Menurut Khofifah, melihat respon yang bagus dari masyarakat itu, pihaknya pun berencana akan menjadikan one car free day sebagai agenda rutin. Namun hal tersebut akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Bupati Tegal.

”Melihat sambutan yang cukup bagus ini, akan kita coba untuk mengagendakan secara rutin. Untuk lokasinya mungkin tidak di jalan KS Tubun lagi, tapi di jalan lain. Nanti akan kita bicarakan dulu dengan Bupati, Dishub Kominfo (dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika, red) serta Polres,” terangnya.

Diakui Khofifah, program one car free day hanya dilaksanakan dalam sehari saja. Itupun hanya pada sebagian ruas jalan KS Tubun Slawi. Namun demikian, pihaknya mengaku cukup puas terhadap hasil yang dicapai.

”Target kami adalah memberikan pesan moral kepada wrga tentang bahaya polusi udara yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor. Untuk langkah awal, saya nilai pelaksanaan one car free day kali ini sudah cukup berhasil,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Tegal AKP Valentinus Asmoro mengatakan, pelaksanaan one car free day sudah cukup bagus. Pengendara kendaraan bermotor yang akan melintas di Jalan KS Tubun juga dengan penuh kesadaran mau memutar melalui jalan lain.

”Kami akan akan mendukung kegiatan ini untuk mengurangi polusi udara. Mungkin bisa dilaksanakan one car free day di lokasi lain, seperti halnya di Alun-alun Slawi,” ujarnya.

Pencanangan program one car free day, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ke-37 yang jatuh tepat tanggal 5 Juni. Penutupan ruas jalan KS Tubun Slawi terhadap kendaraan bermotor, dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB. Semula, pembukaan ruas jalan tersebut direncanakan hingga pukul 18.00 WIB. Mengingat keadaan, maka ruas jalan KS Tubun kembali dibuka bagi kendaraan bermotor pada pukul 11.00 WIB. (aan)

Laporan Kegiatan Pasma: Susur Pantai Dan Observasi Kawasan Mangrove Di Pantai Purwahamba Kab. Tegal

pasma3Walaupun tertunda beberapa minggu dari jadwal semula, kegiatan susur pantai dan observasi kawasan mangrove di pantai Purwahamba pada akhirnya terlaksana.

Tim Pasma SMAN 1 Slawi yang terdiri dari 15 anggota dari angkatan Suralintang dan Pasundan serta 4 orang pembina dan pendamping melaksanakan kegiatan tersebut pada 18-19 April 2008. Kegiatan dimulai pada Sabtu sore atau 18 April dengan koordinasi dan persiapan akhir di SMAN 1 Slawi. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberangkatan dan untuk selanjutnya tim Pasma mendirikan Base Camp di pantai Purwahamba.

Kegiatan Sabtu malam diisi dengan sosialisai dengan warga setempat, adaptasi dan bakar 2 gluntung ayam yang langsung laris manis ludes dalam tempo yang sesingkat-singkatnya serta perencanaan kegiatan esok hari. Selain itu juga diadakan sesi curhat dari mulai  kePasmaan sampai curhat masalaha-masalah pribadi.  Semua dilakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan dan sesi ini mengalir begitu saja sembari menatap bintang yang malam itu memang seperti ditebar begitu saja di langit.

Setelah aktifitas pagi selesai, tim Pasma kembali mengadakan koordinasi. Dan hasilnya tim dibagi menjadi dua yaitu tim Operasional yang terdiri dari koordinator operasional. seksi peralatan serta seksi logistik yang bertanggung jawab terhadap jadwal kegiatan dan pendataan alat serta logistik. Selanjutnya adalah tim Laporan yang terdiri dari sekretaris, bendahara serta beberapa anggota yang bertanggungjawab membuat laporan kegiatan serta mencatat hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung. Kedua tim dibawah tanggungjawab ketua panitia.

Pukul 07.00 WIB kegiatan Susur Pantai dan Observasi Kawasan Mangrove di Pantai Purwahamba dimulai. Seluruh anggota tim mulai menyusuri pantai Purwahamba kearah barat yang sesuai rencana perjalanan akan diakhiri di hulu sungai terdekat dari OW Purwahamba Indah dimana kawasan mangrove berada.

Selama perjalanan tim Laporan mencatat data yang diperoleh menggunakan metode observasi dan interview (tanya jawab) dengan penduduk sekitar. Objek pengamatan berupa kondisi sosial masyarakat, geografis, flora dan fauna serta secara khusus pengamatan mengenai tanaman mangrove atau bakau dikawasan tersebut. Yang paling menarik, ternyata pantai barat Purwahamba Indah menyimpan pesona kebun melati sepanjang jalur pantai tersebut. Dan secara spontan langsung dinamakan Pantai Melati (red).

Sekitar pukul 08.30 WIB seluruh anggota tim tiba di hulu sungai yang dituju. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai tanaman bakau (proses reproduksi, manfaat, serta pengelolaan dikawasan tersebut). Setelah cukup beristirahat seluruh tim kembali ke OW Purwahamba Indah dan selanjutnya kembali ke SMAN 1 Slawi.

Secara umum kegiatan berlangsung baik mengingat kegiatan susur pantai sekaligus observasi kawasan mangrove merupakan kali pertama bagi Pasma SMAN 1 Slawi. Semoga kegiatan ini dapat bermanfat dan dapat berlanjut dimasa mendatang. Karena kita hanya punya satu bumi….. Baca selebihnya »

earth hour

EARTH HOUR

Dukung aksi sayang bumi dengan mematikan semua lampu rumah mulai dari pukul 20.30 – 21.30 hari ini 28 Maret. Satu jam akan memberikan arti manfaat setara dengan berjam-jam bagi bumi kita. Dengan mematikan semua lampu dan alat-alat yang menggunakan listrik kita bisa mengurangi global warming demi kelangsungan bumi kita.

KESELAMATAN BUMI, ADA DI TANGAN KITA

Susur Pantai

Susur Pantai adalah salah satu kegiatan hikking yang tidak kalah menarik. Biasanya susur pantai dilakukan untuk meneliti seberapa parah abrasi yang terjadi di wilayah pantai, atau juga dilakukan untuk meneliti keadaan flora dan fauna yang terdapat di daerah pantai. Selain itu susur pantai juga dilakukan sebagai salah satu bentuk aplikasi long march / jalan jauh yang sudah dilakukan oleh komunitas pecinta alam.
Susur Pantai tidak kalah menantang dengan kegiatan out door lainnya seperti mountaineering. Yang membedakannya antara lain medannya; gunung / dataran tinggi, dan laut / pantai / dataran rendah; Tingkat kesulitan, sebenarnya sama-sama sulit akan tetapi dalam susur pantai lebih dibutuhkan kemampuan untuk berenang (red : yaiyalah…wong banyu, masa nang gunung pan renang?), selain itu dibutuhkan pengetahuan tentang kelautan seperti besar / kecilnya laju angin, arah angin, waktu (berkaitan dengan saat pasang naik dan pasang surut), dan P3K. Baca selebihnya »

Pisahkah tong sampah kita

tong-sampahDewasa ini banyak sekali tayangan tentang betapa kotornya lingkungan kita, bagaimana tercemarnya sungai sungai di perkotaan, seperti contohnya sungai Ciliwung di Jakarta, banjir kanal di Semarang ataupun sungai Gung di Tegal. Betapa sedihnya kita melihat tempat tempat penampungan sampah di perumahan perumahan, setiap melewati itu kita selalu menutup hidung kita rapat rapat dan kita hanya bisa terenyuh melihat petugas sampah yang bekerja di tempat tersebut dan kita hanya berkata dalam hati ” ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dari kita “.

Tapi tulisan ini bukan untuk membahas tentang petugas sampah tersebut tulisan ini adalah mengajak kita selangkah lebih maju lagi dalam pengelolaan sampah baik sampah rumah tangga, perkantoran maupun sampah masyarakat ( red : maksudnya sampah umum yang ada di perumahan atau di pasar ). Adalah dengan mengubah total budaya kita yang biasanya membuang sampah di satu tong sampah tapi dipisah menjadi beberapa tong sampah. Mungkin hal ini terasa klise, saat saya mengatakan pisahkanlah sampah menjadi beberapa tong sampah, tapi pertanyaannya apakah anda melakukannya di rumah anda sendiri ? apakah di kantor anda sudah tersedia beberapa tempat sampah tersendiri ? pada dasarnya sampah terbagi menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah non organik. Apa itu sampah organik? sampah organik biasa disebut dengan sampah basah ya gampangnya seh segala sesuatu yang berasal dari alam dan gampang terurai dalam tanah tu sampah organik seperti sisa sayur, nasi, kertas, pensil. Nah yang kedua ini sampah non organik atau sampah kering ini adalah sampah yang susah terurai oleh bakteri dalam tanah seperti plastik, softek, batu baterai.

Nah sebaiknya sampah itu lebih dikategorikan lebih spesifik, yaitu sampah kertas, sampah plastik, sampah basah dan sampah racun ( batu baterai , softek dll ) mengapa ? karena dari situ sampah sampah tersebut bisa didaur ulang dan kita bisa mendapat uang kompensasi dari sampah sampah tersebut. jadi kita senang karena lingkungan bersih dan sehat, tempat penampungan sampah pun sehat karena sampah tidak bercampur , dan kita juga membantu orang lain dengan memilah sampah kita. Jadi kenapa tidak kita mulai sekarang mulailah di tempat yang paling mudah seperti rumah kita atau tempat kerja kita ( kalo punya kantor sendiri ).

- Dhana MAT -

Efek Rumah Kaca

Beberapa tahun ini kita sangat terbiasa dengan istilah efek rumah kaca dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan berbagai istilah terkait mengenai kondisi planet tercinta kita saat ini.

Namun apakah yang sebenarnya dimaksud dengan efek rumah kaca atau dalam bahasa Inggris disebut greenhouse effect? Mungkinkah efek dari pembangunan gedung atau bangunan yang terlapisi kaca seperti dikota besar?. Bila pemahamanmu seperti itu, sepertinya perlu belajar lagi. Nah, sebelum kita bahas lebih jauh, apakah kalian pernah melihat rumah atau bangunan di perkebunan (seperti banyak terdapat di daerah Bumijawa) atau di tempat penjualan tanaman hias? yaitu bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari bahan transparan seperti plastik, fiber maupun kaca?. Pemahaman tentang efek rumah kaca tidak jauh dari analogi tersebut.

greenhouse_effect

Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Baca selebihnya »

sungguh kuminta do’amu kawan…

tinggal satu moment lagi kawan
.
untuk kau mampu lagi berdiri
.
tinggal satu saat lagi kawan
.
untuk kau mampu bertolak ke angkasa
.
tinggal satu daya lagi kawan
.
untuk kau mampu genggam semesta
.
dan tinggal satu tanda cinta lagi kawan
.
dari kawan-kawanmu
.
yang selalu
.
menanti
.
senyummu
.
untuk kau gunakan
.
sebagai labuhan
.
dalam setiap cerita nan bahagia…

kawan-kawan tolong do’akan adel / temon (angkatan PASUNDAN) biar cepet sembuh…hari sabtu 17 januari 2009 kemarin kawan kita ini kecelakaan. kondisi terakhir kawan kita harus dioperasi saraf-saraf otaknya karena tengkorak kepalanya retak akibat benturan hebat. operasi tersebut juga untuk membersihkan pendarahan di otak sebelah kirinya. mohon do’anya untuk kesembuhan kawan kita “adel”.

Proses regenerasi dan pembelajaran Pasma SMAN 1 Slawi

Proses regenerasi dan pembelajaran, mutlak diperlukan sebuah organisasi untuk terus mendukung eksistensinya. Pasma SMAN 1 Slawi sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang kepecinta alaman yaitu Lingkungan Hidup dan Kegiatan Alam Terbuka (KAT) tingkat SMA, telah mengalami beberapa perubahan penggunaan sistem regenerasi (perekrutan anggota) dan pembelajaran (sistem pendidikan). Sistem-sistem tersebut telah menghasilkan puluhan anggota yang memiliki kompetensi di bidang kepecintaalaman sesuai dengan kapasitasnya. Baca selebihnya »