jambore pecinta alam di ow guci

Posted: April 13, 2013 by Pasmajaya in Tak Berkategori

jambore pecinta alam

9004_370263946419847_1262180841_n

18004_370264156419826_1516334314_n

46660_370265096419732_1406656400_n

72148_370263736419868_587131451_n

408107_370262503086658_1649275082_n

482205_370262643086644_1651710347_n

526977_370264639753111_1749456384_n

538981_370263163086592_2014435455_n

539078_370264193086489_1955286798_n

banyak manfaat

mulailah dengan kegiatan kecil

Taut  —  Posted: Januari 7, 2013 by Pasmajaya in Tak Berkategori

angkatan 17

inilah kesepuluh adik adik kita yang berjuang menghadapi rintangan demi PASMAJAYA . ayo berikan semangat pada mereka !
tasyakuran nama angkatan mereka insya allah kalau jadi tanggal 12 januari 2012 . mengharapkan dengan sangat atas kehadirannya . terima kasih :)

 

Gambar  —  Posted: Januari 7, 2013 by Pasmajaya in Tak Berkategori

Jerzy Kukuczka & Reinhold Messner

Posted: Maret 16, 2012 by Pasmajaya in Tak Berkategori

HIMPALAUNAS.COM, JAKARTA – Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu Hill Walkingyang merupakan perjalanan pendakian bukit-bukit yang landai, tidak mempergunakan peralatan dan teknis pendakian. Kemudian Scrambling, pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. tangan hanya digunakan sebagai keseimbangan. Selain itu juga ada Climbingyang merupakan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik pendakian.

Dalam sejarah mountaineering, ada dua orang pendaki yang mengukir sejarah dan dapat disebut pendaki hebat yang menaklikan puncak-puncak tertinggi di dunia.

Jika kamu bertanya kepada orang umum atau pendaki yang wawasannya belum seberapa; Siapakah pendaki Himalaya terhebat? Jawabnya pasti Reinhold Messner. Tapi jika pertanyaan itu ditujukan kepada para pendaki veteran yang pernah menjamah 8000 meter dari permukaan laut (mdpl) ataupun sebagian dari seven summits, mereka pasti memilih Jerzy Kukuczka.

Meskipun Reinhold Messner dan Jerzy Kukuczka sama-sama dijuluki pendaki hebat, karena keduanya adalah dua orang pertama yang telah menaklukan 14 puncak diatas 8000 mpdl, tapi sebenarnya prestasi antar keduanya memiliki selisih yang sangat signifikan.

Messner adalah tipe pendaki yang selalu memanfaatkan prestasinya untuk mencari modal untuk setiap pendakiannya, selalu mendaki dengan penuh perhitungan dan memanfaatkan alat pendakian modern. Sebaliknya, Kukuczka bukanlah siapa-siapa, ia adalah tipe pendaki miskin tidak bermodal, hanya mau mendaki lewat rute tersulit, yang selalu berjuang dan menderita dalam kesendirian dan selalu mendaki dengan cara alpine style selama musim dingin.

Bahkan di penghujung hidup dan karir pendakiannya, ia masih memakai peralatan bekas yang ia beli dari pasar tradisional Kathmandu. Alpine style adalah model pendakian secara tradisional, dengan alat seadanya dan bekal seminim mungkin.

Messner adalah orang pertama yang telah menaklukkan semua 14 puncak 8000mdpl, tetapi Kukuczka lah orang pertama yang mampu melakukannya dalam waktu singkat. Messner butuh waktu 16 tahun, sedangkan Kukuczka hanya 8 tahun.

Kukuczka meraih 11 dari 14 puncak tersebut melalui rute baru, 4 puncak ia raih ketika musim dingin yang menjadikannya sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Dhaulagiri, Cho Oyu, Kanchenjunga dan Annapurna I pada musim dingin.

Messner adalah pendaki puncak Everest pertama tanpa bantuan oksigen, tetapi Kukuczka hanya sekali memakai bantuan oksigen selama menaklukkan semua 14 puncak di atas 8000mdpl.

Reinhold Messner
Lahir 17 September 1944, Brixen, Italy
1. 1970: Nanga Parbat (8125 m)
2. 1972: Manaslu (8156 m)
3. 1975: Gasherbrum I (Hidden Peak) (8068 m)
4. 1977: Dhaulagiri (8167 m)
5. 1978: Mount Everest (8848 m) (Pendakian pertama tanpa bantuan oksigen), Nanga Parbat (8125 m) (Pendakian solo pertama 8000mdpl dari basecamp)
6. 1979: K2 (8611 m)
7. 1980: Mount Everest (8848 m) (Pendakian solo pertama tanpa bantuan oksigen – musim badai)
8. 1981: Shisha Pangma (8012 m)
9. 1982: Kangchenjunga (8598 m), Gasherbrum II (8035 m), Broad Peak (8048 m), Cho Oyu (8201 m – gagal melakukan pendakian musim dingin)
10. 1983: Cho Oyu (8201 m)
11. 1984: Gasherbrum I (8068 m) dan Gasherbrum II (8035 m) sekaligus tanpa balik ke basecamp terlebih dahulu
12. 1985: Annapurna (8091 m), Dhaulagiri (8167 m)
13. 1986: Makalu (8485 m), Lhotse (8516 m)

Jerzy Kukuczka
Lahir : 24 Maret 1948, Katowice Poland
Meninggal : 24 Oktober 1989 (usia 41)
Lhotse, Nepal
1. 1979 — Lhotse – rute normal
2. 1980 — Mount Everest – rute baru
3. 1981 — Makalu – rute baru, solo
4. 1982 — Broad Peak – rute normal, alpine style
5. 1983 — Gasherbrum II – rute baru, alpine style
6. 1983 — Gasherbrum I – rute baru, alpine style
7. 1984 — Broad Peak – rute baru, alpine style
8. 1985 — Dhaulagiri – pendakian musim dingin pertama
9. 1985 — Cho Oyu – rute baru, pendakian musim dingin pertama
10. 1985 — Nanga Parbat – rute baru
11. 1986 — Kanchenjunga – pendakian musim dingin pertama
12. 1986 — K2 – rute baru, alpine style
13. 1986 — Manaslu – rute baru, alpine style
14. 1987 — Annapurna I – pendakian musim dingin pertama
15. 1987 — Shisha Pangma – rute baru, alpine style

Meskipun demikian, kedua pendaki tersebut memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah dunia mountaineering yang berkembang hingga kini. (berbagai sumber/dan)

 

Sumber : http://www.himpalaunas.com

the new member of PASMA

Posted: Januari 15, 2012 by Pasmajaya in Tak Berkategori

congratulation !!!you’ve passed the ” BASE TRAINING ” { PENDAS }, all the things you’ve passed will make you know, miss and care about nature,,,,,, so SALUTE for you the 17th members of PASMA ( FAISHAL, NIA, ROZAK, LINA, UMI, AFIF, SIERRA, DANI,AGIL, DESTIVA, ESI, EDWI and ADI )

Jenis-Jenis Simpul

Posted: Oktober 16, 2011 by Pasmajaya in Materi

Overhand Knot
Lebih dikenal sebagai simpul tunggal. Merupakan simpul paling dasar dan umumnya dipakai sebagai pengunci bagi sebuah simpul utama. Atau membuatnya dengan dua kali putaran (double overhand knot)

 

 

Single Figure of Eight
Fungsinya tak jauh berbeda dengan Simpul Tunggal. Penggunaan utamanya sebagai simpul stopper dibuat pada ujung tali saat rapelling terutama pada jalur vertikal.

 

 

Heaving Living Knot.
Berfungsi agar laju tali pada descender yang tak terkontrol oleh abseiller dapat tertahan pada ujung tali yang telah disimpul seperti ini.

 

 

LOOP
Adalah simpul yang berbentuk bundel (loop) dimana yang dikaitkan adalah bundelnya, antara lain;
Overhand Loop
Umumnya dibuat agar dapat menahan laju tali pada descender, saat abseiller tak mampu mengontrol laju pergeseran tali ketika ia terjatuh sampai bagian ujung tali

 

 

Figure of Eight Follow
Diawali dengan membuat Single of Eight, yang kemudian dikaitkan pada anchor atau harnes, Cara ini dikenal dengan threaded system

 

 

Figure of Eight Knot
Jenis simpul delapan ini dibuat dengan cara menggandakan tali utama, digunakan hanya karabiner, sedang untuk anchor atau harness dibuat dengan cara threaded system

 

 

Figure of Nine Knot
Walaupun kuat simpul ini jarang digunakan , karena bila telah terbebani dengan beban yang berat sukar diuraikan

 

 

Bowline Knot
Lebih dikenal sebagai simpul kambing, karena diadaptasi karena kegunaannya yaitu mengikat hewan peliharaan. Simpul inipun dikembangkan menjadi Mountaineering Bowline yang mempunyai double ring dan juga French Bowline yang mempunyai doubel loop (on the bight).

 

 

Bowline’s Climber
Cara pembuatannya tak jauh beda dengan Bowline Knot, yang membedakan hanyalah bahwa simpul ini lebih cepat dalam pembuatannnya.

 

 

HITCH
Adalah simpul yang umumnya dikaitkan pada karabiner atau titik tambat (anchor point), antara lain;
Italian Hitch
Atau Munter Hitch. Simpul ini dipakai sebagai simpul untuk mengamankan seorang pemanjat. ketika pemanjat terjatuh belayer dengan sigap, membuat Mule Knot, pada bagian tali yang dipakai sebagai pengerem. Ketika pemanjat telah aman dengan mudah belayer dapat mudah melepaskan simpul Mule ini.

 

 

Anchor Hitch
Simpul ini mudah dibuat namun jarang digunakan untuk kegiatan yang beresiko tinggi, seperti rock climbing dan lainnnya.

 

 

Clove Hitch
Dikenal sebagai simpul pangkal. Pada Rock Climbing dipakai oleh Belayer untuk mengamankan dirinya, yang ditempatkan pada anchor points. Bagian satunya terhubung kepada pemanjat melalui alat belaying.

 

 

Highwayman’s Knot
Simpul ini akan sangat mudah dilepaskan dengan kita menarik bagian tali satunya, yang bukan merupakan bagian tali yang terulur untuk beban. Dikenal juga dengan nama Quick Release Knot

 

 

Timber Hitch
Umumnya dipakai saat berkemah, misal untuk menarik batang kayu yang cukup berat.

 

 

Mule Hitch
Hanya dengan menarik simpul penguncinya, simpul ini akan dengan mudahnya dilepaskan. Umunya dibuat dengan dipadukan dengan Italian Hitc/Munter Hitch, sebagai simpul pengaman sementara yang mudah dilepaskan.

 

 

Tautline Knot
Simpul ini dikaitkan pada patok buatan atau anchor-anchor alami. Namun cenderung membuat tali agak terpelintir.

 

 

Sumber : http://dinamik.ukm.ums.ac.id/?p=157

WAKTU BERLALU

Posted: Februari 5, 2011 by Pasmajaya in Tak Berkategori

Malam ini PASMA SMANSAWI mengadakan acara syukuran peresmian angkatan ke-16,,,,,,, Tuhan malam ini menyapa kami ( anggota PASMA ) dengan rintik gerimis yang membasahi jiwa kami,,,,,, Semoga Tuhan memberkahi kami,,,, Amin ! ( Kami yang tak kan berlalu )

The True Member of Nature

Posted: Februari 5, 2011 by Pasmajaya in Tak Berkategori

Dear seluruh anggota laskar pecinta alam (PASMA),,,,,,,, dimanapun berada

Mari kita kenangkan tahun-tahun lalu dimana kita bersama beragitasi dan bercerita tentang alam,,,,, ketika persahabatan yang abadi terbayarkan dengan dingin hutan pinus dan laparnya masa PENDAS,,,,

Ketika tangan Tuhan menyapa kita lewat bivak yang terbuat dari api semangat, ketika kita beragitasi mengenang tahun-tahun lalu ketika masih berseragam abu-abu,,,,,,,,

Mari kita kenang tahun-tahun kita bersama dalam pelukan dingin kabut hutan pinus guci sebagai seorang PASMA SEJATI yang SELALU JAYA….. !

WARMNESS in the JUNGLE

Posted: Desember 31, 2010 by Pasmajaya in Tak Berkategori

Dear all of you, the new members of PASMA SMANSAWI, congratulation ! you’ve passed the ” BASE TRAINING ” { PENDAS }, all the things you’ve passed will make you know, miss and care about nature,,,,,, so SALUTE for you the 16th members of PASMA ( DEVI, MITHA, PIPIT, MAIHERA, FATIN, FATHONI )

Baca entri selengkapnya »

PENDAS PASMA 2010 / 2011

Posted: Desember 21, 2010 by Pasmajaya in Tak Berkategori

Assalamua’alaikum Wr. Wb Baca entri selengkapnya »